+6285161234321

pemdes@gandrungmanis.desa.id

Permohonan Online

Anda dapat mengajukan secara permohonan online

Produk Warga

Jelajahi produk lokal buatan dari para warga kami untuk Anda

Lapor/Aduan/Saran

Anda dapat melaporkan aduan dan memberi saran maupun kritik

Memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-79, Pemerintah Desa Gandrungmanis, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menyelenggarakan pagelaran wayang kulit tradisional dari “Karawitan Condong Laras”. Acara ini diadakan pada 23 Agustus 2024 di Lapangan Krida Utama Gandrungmanis.

Kepala Desa Gandrungmanis, Bapak Rasimin, menjelaskan bahwa penyelenggaraan pagelaran wayang kulit ini merupakan upaya untuk melestarikan seni pertunjukan tradisional sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda. “Wayang kulit adalah warisan budaya yang kaya akan nilai-nilai luhur. Kami ingin mengajak masyarakat, khususnya generasi penerus, untuk lebih menghargai dan mencintai budaya sendiri,” ujarnya.

Tema “Pembangunan Simbol Negara” dipilih untuk menekankan pentingnya simbol-simbol bangsa dalam memperkuat identitas dan semangat persatuan. Pagelaran ini bertujuan untuk menggambarkan nilai-nilai persahabatan, seperti toleransi, kerjasama, dan rasa cinta tanah air, yang sangat relevan dalam konteks perayaan HUT Kemerdekaan RI.

Rangkaian Acara

  1. Pembukaan : Acara dibuka oleh Bapak Sardi sebagai pembawa acara.
  2. Laporan Ketua Panitia : Ketua panitia penyelenggara HUT RI ke-79 Desa Gandrungmanis mengucapkan terima kasih kepada jajaran pemerintah Kecamatan Gandrungmangu, Danramil Gandrungmangu, Kapolsek Gandrungmangu, Pemerintah Desa Gandrungmanis, Tokoh Masyarakat, Ketua RT dan RW, Pokmas Nandur Becik, serta warga masyarakat dan para donatur/sponsor seperti Fotocopy An-Nas, Toko Bangunan Sumber Agung Putra, Sumber Agung Maju Elektronik, Toko Sumber Dadi, Sumber Grup, Sumber Agung, Wali Multimedia, Gama Desa Gandrungmanis, Sumber Putra 1, Berkah Tani, Aji Snack. Acara ditutup dengan pantun berisi ajakan untuk bersatu membangun Desa Gandrungmanis dan mengajak para muda-mudi untuk tetap semangat membangun desa tercinta.
  3. Sambutan Forkompincam Gandrungmangu : Bapak Bambang Suprayitno, S.IP., memberikan sambutan dengan menekankan pentingnya menjaga keamanan dan perdamaian. Beliau juga mengajak masyarakat untuk bersatu dalam kegiatan Pilkada tahun 2024 dan menghimbau agar menghindari perjudian online.
  4. Pembagian Hadiah : Penyerahan hadiah kepada  kepala dusun, berupa piagam dan piala sebagai bentuk apresiasi atas kinerjanya,  yaitu:
    • Kepala Dusun Gandrungmanis Lor: Bapak Akhmad Dany Rakhmawan
    • Kepala Dusun Gandrungmanis Tengah : Bapak Ahmad Musonnif Asyafii
    • Kepala Dusun Gandrungmanis Wetan : Bapak Salim
    • Kepala Dusun Gandrungmanis Kidul : Bapak Bakhrudin
    • Kepala Dusun Gandrungmanis Kulon: Bapak Disna Dwi Candra
      Penyerahan piala kejuaraan sepak bola (Pordus) dengan juara 1 diraih oleh Dusun Gandrungmanis Lor, juara 2 oleh Dusun Gandrungmanis Tengah.
  5. Penyerahan Wayang : Penyerahan secara simbolis wayang kepada Ki Dalang Panji Probo Asmoro, S.Sn., M.Sn., yang diberikan oleh Kepala Desa Gandrungmanis, Bapak Rasimin, sebagai tanda dimulainya pagelaran wayang kulit dengan tema “Pembangunan Simbol Negara”.
  6. Tari Lenggeran : Acara dilanjutkan dengan penampilan Tari Lenggeran dari Karawitan Codong Laras yang diiringi alunan gamelan tradisional jawa.

Pesan Tersirat

Dalam pagelaran wayang dengan tema “Pembangunan Simbol Negara”, terdapat pesan tersirat yang sangat penting. Pertunjukan ini mengajak masyarakat untuk memahami bahwa simbol-simbol negara, seperti bendera dan lambang negara, bukan hanya sekedar objek, tetapi juga mengandung makna yang dalam tentang identitas, perjuangan, dan harapan bangsa. Pentingnya memilih pemimpin yang BerAKHLAK juga menjadi fokus dalam pembangunan simbol negara. Pemimpin yang memiliki nilai-nilai tersebut akan memastikan bahwa pembangunan berjalan lancar dan berkelanjutan. Dengan pemimpin yang berintegritas dan berorientasi pada pelayanan publik, masyarakat dapat berharap akan adanya kemajuan dan kesejahteraan yang lebih baik.Selain itu, disampaikan pula untuk menjadi aparatur negara yang baik, diperlukan nilai-nilai inti yang dikenal dengan akronim BerAKHLAK :

  • B : Berorientasi Pelayanan
  • A : Akuntabilitas
  • K : Kompeten
  • H : Harmonis
  • L : Loyalitas
  • A : Adaptif
  • K : Kolaboratif

Pesan ini menekankan bahwa aparatur negara harus mampu melayani masyarakat dengan baik, bertanggung jawab, memiliki kompetensi yang memadai, menjaga keharmonisan dalam masyarakat, setia kepada tugas, mampu beradaptasi dengan perubahan, dan berkolaborasi dengan berbagai pihak demi mencapai tujuan bersama.

Kepala Desa Gandrungmanis berharap bahwa pagelaran ini dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengenal lebih dalam budaya wayang kulit, sekaligus menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap warisan budaya Indonesia. Acara ini juga diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat  yang ingin menyaksikan. Pagelaran wayang kulit ini dapat disaksikan ulang melalui link berikut

https://www.youtube.com/live/nIGJILdBiIQ?si=_KgYVu3rK2A181R

Bagikan Berita